17 Februari 2010
Catatan Harian Khlor
“Tunggu aku ! sasuke!!” (teriak naruto dalam komik naruto uzumaki)
Bacaanku terhenti saat kudengar lagu selingkuhnya mattaband.
1 message masuk keponselku, dari kekasihku Natrium
“Khlor…untuk saat ini, jangan hubungi aku dulu.Aku ingin menata perasaanku dulu, tapi aku masih tak percaya kalau kau akan semudah itu menghianati cinta kita, aku salah menilaimu khlor! Cintamu ternyata untuk sekian kekasih, gak perlu di balas”
Aku memang salah padamu nat, aku memang telah menghianati cinta kita, tapi perasaan ini selalu saja tak bisa aku tahan, padahal dulu ketika aku pertama kali melihatmu, dengan kulitmu yang putih, setengah mati aku mencintaimu, tapi entah kenapa ketika melihat saudara-saudaramu akupun tertarik pada mereka, apalagi setelah aku tahu dari manusia lab kalau klanmu, klan jauhmu alkali tanah , juga keluarga transisi mempunyai warna khas, aku semakin mabuk, aku tak bisa memahami perasaan ini, aku mencintai mereka semua nat, lagian aku si khlor unsur terkenal di kalangan manusia lab dan juga dari keluarga terhormat klan halogen membuatku banyak dikelilingi unsur-unsur cantik, jadi wajarlah kalau aku mudah sekali jatuh cinta dan selingkuh, apa kata-saudara-saudaraku kalau aku hanya punya kekasih satu , si bromin saja adikku selingkuhannya banyak sekali. Bisa jatuh dong wibawa seorang kakak.
Ah … dasar wanita!! Kamu kira dengan meninggalkanku aku akan merasa kehilangan, masih banyak yang ngantri menungguku tahu!!
“Senangnya dalam hati, kalau beristri dua
Oh seperti dunia ada yang punya,
Kepada istri tua, kanda sayang padamu
Oh kepada istri muda, I say I love you…”
Lagu merdu 3 Ahmad dani yang kujadikan nada dering ponselku membuyarkan lamunanku
“Hallo” teriakku
“Hai khlor…! ini aku magnesium” kata yang diseberang
“Hai nes…! ada apa?” tanyaku sedikit kesal
“Kau kenapa sayang? lagi kesal ya..apa masih kepikiran kejadian kemarin?”
“Kejadian apa?”
“Ya, apalagi kalau bukan kemarahan sinatrium itu, gila…heboh banget”
“Oh itu, enggak kok sayang,dia mang memalukan sih nyampe segitunya”
“Mmm…apa dia juga tahu, kalau aku juga selingkuhan kamu khlor?”
“Kayaknya enggak deh, untuk saat ini masih aman, saat ini dia cuma tahu kalau aku selingkuh sama saudara-saudaranya , lagian suruh siapa punya saudara cantik semua”
“He…he…dasar mata keranjang, tapi aku dengar kalau dia sudah tahu kalau kau pernah selingkuh sama adiku-adikku khlor”
“Oya…gak apa-apalah, itukan sudah resiko punya pacar ganteng ”
“Yeee”
“Oya, sore kita jalan yu, aku bete nih”
“Oke sampai ketemu khlor”
Telpon di tutup, sekilas wajah khlor berkelabat dimataku
“Ahh…” aku coba menepisnya
Sorenya aku pergi menemui magnesium, tapi baru saja sampai, kulihat dia pergi dengan si sulfat
“Ah…dasar cewek sialan!!” Read more "Catatan Harian Khlor..."
13 Februari 2010
Air, si Cantik Yang Tersia-sia
Bukan Sembarang Cairan
Kita yang awam mengenal air sebagai kebutuhan paling pokok, bahkan tampaknya lebih pokok daripada kebutuhan primer apapun. siapapun tak akan dapat bertahan tanpa air. sehari-hari kita berinteraksi dengan air namun alangkah miskinnya pengetahuan kita tentang air membuat kita kurang menghargainya lebih dari sekedar barang yang cair dan penting. Tak kenal maka tak sayang, maka mari kita berkenalan sedikit lebih intim dengan “water, the beautiful thing” agar semakin tumbuh kecintaan kita terhadapnya sehingga kita bisa lebih menghargainya.
Melihat air yang jernih bagaikan melihat permata berlian yang berkilauan. Sesungguhnya air yang cair itu adalah kumpulan trilyunan molekul H2O. Dalam dunia kimia dikenal H sebagai atom hidrogen dan O sebagai atom oksigen. Jadi H2O adalah satu molekul air yang mengandung satu atom oksigen dan 2 atom hidrogen. Padahal kita tahu bahwa pada tekanan atmosfer, oksigen dan hidrogen berwujud gas tapi ketika mereka bersatu saling mengikat janji bisa berubah wujudnya menjadi cair. Berkat kecerdasan kimiawan masa lalu kita dapat melakukan perhitungan begini, dalam 18 gram atau kurang lebih 18 mililiter air terkandung 6,022 x 1023 molekul H2O. Jadi, jika satu milyar adalah 10 maka bilangan tadi bermakna 602,2 ribu milyar milyar dan bilangan tersebut dikenal sebagai konstanta Avogadro. Itu baru 18 mililiter air, bayangkan jika kita meneguk segelas air atau mandi atau bahkan mengisi kolam renang, berapa banyak jumlah molekul air yang telah kita gunakan atau bahkan kita buang !!
Molekul Air yang cantik dan Istimewa
Jika kita melihat bentuk molekul air, maka semakin terbukalah rahasia mengapa zat ini demikian istimewa. Sesungguhnya jika gas oksigen dan gas hidrogen bertemu untuk membentuk molekul air, reaksi yang terjadi sangatlah berbahaya karena bisa timbul panas yang tinggi bahkan ledakan karena oksigen adalah gas yang dibutuhkan untuk pembakaran dan hidrogen adalah gas yang mudah terbakar. Tapi untunglah Tuhan telah menyediakan air semenjak penciptaan sehingga kita tidak perlu membuat air dengan ledakan. Kurang lebih dibebaskan energi berupa panas sebesar 242 kilo Joule untuk membuat air sebanyak 18 gram dari 22,4 liter atau 2 gram gas hidrogen dan .11,2 liter atau 16 gram gas oksigen pada suhu 0 derajat Celcius dan tekanan satu atmosfer. Mari kita lihat bentuk molekul air yang berhasil diamati dengan berbagai percobaan dan perhitungan yang rumit.
Bentuk molekul air tersebut dan terutama sifat elektroniknya menjadikan air memiliki sifat fisika dan kimia yang fantastis. Apakah sifat elektronik itu ? Dalam pemahaman kimia dan fisika, semua sifat-sifat atom dan molekul ditentukan oleh perangai dan keadaan elektron yang mengelilingi inti atom. Ternyata alam mengajarkan kita lebih banyak lagi tentang berbagi dan bekerja sama. Ikatan yang terjadi antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen menjadi satu molekul air disebut ikatan kovalen. Yaitu ikatan antar atom yang terjadi karena setiap atom menyumbangkan elektron yang dimiliki untuk saling berpasangan dan digunakan bersama membentuk satu ikatan. Namun, karena oksigen memiliki kelebihan pasangan elektron, maka elektron yang tidak membentuk ikatan tersebut dikatakan sebagai “pasangan elektron bebas“. Adanya elektron bebas yang bersifat sangat negatif menjauhkan kedudukannya dari dua atom hidrogen sehingga ikatan H2O membengkok sebesar 107.5 derajat. Sedangkan keadaan alamiah atom oksigen yang bersifat negatif dan atom hidrogen yang bersifat positif menimbulkan pengkutuban atau perbedaan muatan. Kedua keadaan itulah yang menjadikan molekul air bersifat polar, artinya molekul air memiliki perbedaan muatan yakni negatif pada sisi pasangan elektron bebas dan positif pada sisi atom hidrogen. Kepolaran air bisa berarti segalanya dan amatlah besar faedahnya. Kepolaranlah yang menjadikan air dapat menghantarkan arus listrik. Berkat sifat air yang polar, dia bisa melarutkan berbagai macam zat lain, misalnya darah, protein, vitamin, garam dan lain-lain. Kenyataannya, air merupakan pelarut universal yang paling ramah terhadap lingkungan. Demikian sebaliknya, air terpisah dari minyak dan lemak karena adanya perbedaan kepolaran. Coba bayangkan jika air dan minyak dapat bercampur, betapa susahnya membersihkan tumpahan minyak di laut lepas !!. Walaupun demikian, sering kali sifat air sebagai pelarut universal malah merugikan dirinya sendiri karena dia mudah sekali tercemari oleh beraneka ragam materi kimia maupun biologi sehingga sulit untuk membersihkannya lagi, apalagi ditambah dengan ketidakkepedulian kita untuk menjaga kemurniannya.
Adanya perbedaan muatan menjadikan ikatan antar molekul air sendiri cukup kuat sehingga pada suhu ruangan dia berbentuk cair, dibandingkan dengan bensin yang segera menguap. Aksi tarik menarik antara atom hidrogen di satu molekul air dengan pasangan elektron bebas pada molekul air yang lain disebut ikatan hidrogen dan oleh sebab itu diperlukan suhu 100o Celcius untuk mengubah keadaan cair menjadi uap. Air dikatakan memiliki nilai kalor spesifik yang tinggi, artinya diperlukan energi yang cukup besar untuk menjadikannya mendidih sebaliknya air dapat melepaskan panas perlahan-lahan ke lingkungan. Berkat sifat tersebut iklim di bumi tetap stabil demikian juga tubuh kita memiliki suhu yang konstan karena kurang lebih 70% permukaan bumi dan 60% tubuh mahluk hidup terdiri dari air.
Begitu banyak keistimewaan air sehingga manfaatnya pun demikian luas mencakup berbagai aspek seperti kimia, fisika, biologi hingga agama, budaya, seni, bahkan ekonomi dan politik. Jika penelitian terakhir menunjukkan banyak situ-situ di sekitar Jakarta mulai menghilang itu berarti telah terjadi kesalahan dalam pengelolaan lingkungan. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Jakarta akan benar-benar kehabisan mata air dan harus memproduksi air bersih dengan teknologi yang lebih mahal dan lebih rumit akibat kelalaian kita bersama. Sungguh, air yang cantik dan sangat penting dalam kehidupan kita itu memang materi yang paling melimpah di bumi. Air diciptakan dan dicurahkan bukan berarti untuk disia-siakan, maka sekarang saatnya untuk kita lebih menghargai air sebagai ciptaan Tuhan yang paling indah.
Read more "Air, si Cantik Yang Tersia-sia..."Unsur Baru Dengan Nomor Atom 112 Telah Ditemukan
Unsur baru tersebut sekitar 277 kali berat atom hidrogen, dan dengan berat ini maka unsur tersebut menjadi unsur yang terberat yang ada pada sistem periodik tabel. “Kami sangat bangga mempersembahkan unsur baru ke enam yang telah tercipta dan kesemuanya dibuat di laboratorium GSI ini selama kurun waktu tiga puluh tahun. Dan beberapa minggu ke depan para ilmuwan dari team penemu unsur baru ini akan memberi nama pada unsur baru tersebut”, kata Sigurd Hofman. Sekitar 21 orang ilmuwan dari Jerman, Finlandia, Rusia, dan Slovakia terlibat dalam percobaan untuk menemukan unsur baru ini.
Pada tahun 1996, para peneliti team Profesor Sigurd Hofmann untuk pertama kalinya menciptakan unsur baru ini dengan menggunakan akselerator di DSI. Sedangkan pada tahun 2002, mereka telah dapat menghasilkan unsur dengan nomor atom 112 yang lainnya. Selanjutnya akselerator di “RIKEN Discovery Research Institute” di Jepang telah berhasil juga menciptakan unsur baru ini lebih banyak lagi seperti yang telah dibuat oleh GSI.
Untuk membuat unsur baru dengan nomor atom 112, para peneliti menggunakan atom dan ion seng (Zn) dalam akselerator sepanjang 120 meter dan kemudian menembakkan atom dan ion Zn tersebut yang telah dipercepat pergerakanya pada logam timbal (Pb). Atom seng dan atom Pb bergabung melalui reaksi fusi untuk membentuk inti atom yang baru, dimana intinya merupakan penjumlahan dua inti atom penyususnnya yaitu atom Zn dan Pb, atom Zn memiliki omor atom 30 dan Pb 82 sehingga bila dijumlahkan maka nomor atom unsur yang baru adalah 112, dari sinilah nama awal unsur tersebut diberikan. Nutron yag ada dalam inti tidak memberikan efek pada klasifikasi unsur tersebut pada sistem periodik tabel, melainkan jumlah elektronnya sebesar 112, yang mengorbit pada inti yang nantinya akan menentukan sifat kimia dari unsur baru itu.
Sejak tahun 1981, Akselerator GSI telah berhasil membuat 6 unsur baru mulai dari unsur dengan nomor 107 sampai 112. GSI telah memberi nama unsur-unsur tersebut dengan nama 107 disebut sebagai Bohrium, 108 dengan nama Hassium, 109 disebut Meitnerium, unsure 110 disebut Darmstadtium, 111 dikenal debagai Roentgenium, dan 112 kita tunggu namanya beberapa minggu setelah para peneliti tersebut memberi nama unsur baru dengan nomor atom 112.
Read more "Unsur Baru Dengan Nomor Atom 112 Telah Ditemukan..."10 Februari 2010
Mikroba Pemakan Metana Bisa Menggunakan Besi dan Mangan Untuk “Hidup”
“Kami mempercayai bahwa mikroba tersebut hanya mengkonsumsi metana yang terdapat pada sediment anaerobic laut apabila terdapat kehadiran sulfat”, kata Emily Beal mahasiswa pascasarjana Geosains di Penn State. “akan tetapi aseptor electron yang lain, seperti senyawaan besi dan mangan merupakan seyawaan yang lebih mudah bereaksi secara termodinamik dibandingkan dengan sulfat”.
Mikroba ataupun group dari beberapa mikroba yang menggunakan sulfat sebagai sarana mengkonversi metana untuk mendapatkan energi terdapat dalam sediment laut. Dan akhir-akhir ini para peneliti yang lain telah berhasil megidentifikasi mikroba yang menggunakan beberapa bentuk senyawaan nitrogen dalam air bersih juga dapat mengkonversi metana.
“Para ilmuwan telah berspekulasi bahwa senyawaan besi dan mangan telah digunakan dalam konversi metana tersebut akan tetapi tidak ada para peneliti yang telah berhasil menunjukkan bahwa asumsi tersebut dapat terjadi pada mikroorganisme yang dikembangkan dalam laboratorium”, kata Beal.
Beal kemudian bekerjasama dengan Christopher H. House, asisten professor Geosains Penn Satet dan Victoria J. Orphan, asisten professor bidang Geobiologi dari California Institute of Technology untuk menginkubasi berbagai macam varietas microba yang ada di sediment laut untuk menentukan apakah betul mikroba dapat mengkonversi metana menjadi karbondioksida tanpa kehadiran senyawa sulfat. Hasil kerja mereka dilaporkan dalam “Science” tanggal 10 Juli.
Dengan menggunakan sample yang diambil dari 20 mil garis pantai California dan kedalaman 1800 feet dekat dengan cekungan metana di lautan pasifik, Beal dan koleganya menginkubasi sejumlah sediment laut, termasuk control yang terdiri dari sample yang diautoclave hingga steril, sample dengan sulfat, dan sample yang bebas terhadap senyawaan sulfat, mangan dan besi.
Dia juga menginkubasi sample yang free terhadap senyawaan sulfat akan tetapi mengandung besi oksida ataupun mangan oksida. Dia memasukkan metana dimana atom C nya adalah isotop nonradioaktif C-13 dalam suatu wadah diatas sample sediment-sedimen yang diinkubasi dan melakukan analisa terhadap karbondioksida yang aka dihasilkan dari sample-sample tersebut. Ternyata semua karbondioksida yang dihasilkan dari beberapa sample yang diinkubasi megandung isotop C-13.
Sample control steril tidak menunjukkan aktivitas, sedangkan sample tanpa sulfat menunjukkan aktivitas yang tidak berarti. Sample control dengan sulfat menunjukkan aktifitas yang besar seperti yang telah diduga, akan tetapi sample yang mengandung campuran senyawaan besi dan mangan juga menunjukkan aktifitas meskipun aktifitasnya lebih kecil disbanding dengan sample control yang mengandung sulfat.
“Kami tidak perpendapat bahwa besi dan mangan memegang peranan yang penting dibanding dengan reduksi sulfat saat ini, akan tetapi tidak ada komponen-komponen yang memegang peranan yang pentig,” kata House, yang merupakan direktur Penn state Astrobiology Research Center. “Kemungkinan yang terjadi adalah terdapat suatu bagian yang besar dalam siklus karbon saat ini.”
Salah satu alasan mengapa mereka sangat penting adalah beberapa karbondioksida yang dihasilkan bereaksi baik dengan besi maupun mangan membentuk karbonat yang mengendap di lautan. Meskipun terdapat karbondioksida yang keluar ke atomosfer hal ini menjadi problematika yang kurang berarti dibandingkan dengan metana.
Pada masa awal terbentuknya bumi, dimana tidak terdapat kehadiran oksigen di atmosfer, sulfat terdapat dalam jumlah yang terbatas. Tanpa sulfat besi dan mangan oksida menjadi pengganti sulfat untuk mengubah metana menjadi karbondioksida. “sulfat berasal dari proses oksidative akibat perubahan cuaca dialam”, kata Beal. “Dan tanpa kehadiran oksigen maka proses ini tidak akan dapat terjadi”, tambahnya.
Baik besi Maupin mangan oksida terbentuk pada saat bumi kita sudah terdapat oksigen, mereka juga dapat terbentuk dari proses reaksi fotokimia. Kedua oksida ini dimungkinkan ada dalam jumlah yang berlimpah dibandingkan dengan sulfat pada saat awal bumi kita terbentuk. Dari hasil penelitiannya Beal telah mengkategorisasikan lebih dari selusin mikroorganisme yang hidup dalam sediment yang telah ia pergunakan dalam penelitiannya. Akan tetapi dia belum tahu mikroba mana yang memiliki kemampuan untuk mengkonsumsi metana, salah satunya mungkin berasal dari spesies bakteri ataupun spesies archaea, atau bahkan bisa jadi satu group dari beberapa mikroba, namun dia sekarang bekerja untuk mengidentifikasi dengan dukungan dari The National Science Foundation and the NASA Astrobiology Institute. Read more "Mikroba Pemakan Metana Bisa Menggunakan Besi dan Mangan Untuk “Hidup”..."
Berkenalan dengan Cerium
Aku pertama kali ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius dan Wilhelm Hisinger di Bastnäs, suatu wilayah di Swedia, pada tahun 1803. Mereka lantas menamaiku ‘Cerium’, yang diambil dari nama asteroid yang ditemukan dua tahun sebelumnya, ‘Ceres’. Saat pertama kali diisolasi, aku masih berbentuk dalam oksida, yang dinamakan ‘Ceria’. Di alam, aku terdapat dalam beberapa jenis mineral, contohnya monazite dan xenotime. Diriku sebagai logam murni bisa diperoleh melalui proses elektrokimia. Aku juga ditemukan di antara produk-produk pembelahn radioaktif uranium, plutonium, dan thorium. Ada empat isotop stabil dari diriku yang terdapat di alam : cerium-140 (88,48 %), cerium-142 (11,07 %), cerium-138 (0,250 %), dan cerium-136 (0,193 %).
Wujudku berupa logam seperti besi yang keperakan dan lunak. Aku mudah berikatan dengan atom oksigen sehingga pada suhu kamar, diriku mudah berkarat, apalagi kalau udaranya lembab. Aku juga termasuk logam yang mudah ditempa. Dalam air dingin aku terdekomposisi dengan lambat, tetapi aku bisa terdekomposisi dengan cepat bila berada dalam air hangat. Ketika aku marah, suhu tubuhku meningkat menjadi 795°C. Tapi awas, karena jika kemarahanku mencapai puncaknya, tubuhku menjadi lebih panas lagi, mencapai 3257°C dan aku akan mulai mendidih!
Para ilmuwan juga meyakini bahwa wujudku memiliki empat modofikasi alotropi. Pada suhu kamar dan tekanan atmosfer aku disebut sebagai cerium-γ. Di bawah -16°C aku berubah menjadi cerium-β. Di bawah -172°C aku berubah lagi menjadi cerium-α. Lalu transformasiku selesai pada -269°C.
Dalam kehidupan manusia, aku memiliki beberapa manfaat, seperti sebagai unsur pembentuk alloy aluminium dan alloy magnesium. Senyawa-senyawa yang mengandung diriku pun banyak dimanfaatkan oleh manusia. Contohnya adalah cerium oksalat yang digunakan sebagai obat anti-mual dan cerium oksida sering digunakan sebagai pemelitur kaca.
Nah, demikianlah cerita singkat mengenai diriku. Sebenarnya masih banyak hal lain yang belum aku ceritakan di sini. Mengenai hal-hal lain yang belum aku ceritakan itu, sebagian besar memang belum diketahui oleh ilmuwan. Aku harap, setelah perkenalan singkat ini, kalian akan tertarik mencari tahu sendiri tentang aku, si Cerium dari Lantanida, secara lebih dalam. Aku tunggu ya hasil penelitian kalian! Read more "Berkenalan dengan Cerium..."
AMDAL
AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)."...kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; dibuat pada tahap perencanaan..."Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan. AMDAL digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberian ijin usaha dan/atau kegiatan.Dokumen AMDAL terdiri dari :• Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)• Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)• Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)• Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)Tiga dokumen (ANDAL, RKL dan RPL) diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL. Hasil penilaian inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak secara lingkungan atau tidak dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi ijin atau tidak.
Apa guna AMDAL?
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah• Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan• Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan• Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup• Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan"...memberikan alternatif solusi minimalisasi dampak negatif""...digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberi ijin usaha dan/atau kegiatan"
Bagaimana prosedur AMDAL?
Prosedur AMDAL terdiri dari :• Proses penapisan (screening) wajib AMDAL• Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat• Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping)• Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat. Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.Proses penyusunan KA-ANDAL. Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan).Proses penilaian KA-ANDAL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.Proses penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL).Proses penilaian ANDAL, RKL, dan RPL. Setelah selesai disusun, pemrakarsa mengajukan dokumen ANDAL, RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Berdasarkan peraturan, lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL, RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.
Siapa yang harus menyusun AMDAL?
Dokumen AMDAL harus disusun oleh pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.Dalam penyusunan studi AMDAL, pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen AMDAL. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli di bidangnya. Ketentuan standar minimal cakupan materi penyusunan AMDAL diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor 09/2000.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses AMDAL?
Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah Komisi Penilai AMDAL, pemrakarsa, dan masyarakat yang berkepentingan.Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Di tingkat pusat berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup, di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Propinsi, dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota. Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini. Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup, sementara anggota-anggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota.Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan.Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan, faktor pengaruh ekonomi, faktor pengaruh sosial budaya, perhatian pada lingkungan hidup, dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak, dan masyarakat pemerhati.
Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL ?
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.Proses dan prosedur UKL-UPL tidak dilakukan seperti AMDAL tetapi dengan menggunakan formulir isian yang berisi :• Identitas pemrakarsa• Rencana Usaha dan/atau kegiatan• Dampak Lingkungan yang akan terjadi• Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup• Tanda tangan dan cap Formulir Isian diajukan pemrakarsa kegiatan kepada :• Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang berlokasi pada satu wilayah kabupaten/kota• Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Propinsi untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu Kabupaten/Kota• Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu propinsi atau lintas batas negara.
Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ?
AMDAL-UKL/UPLRencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan Keputusan Menteri LH 17/2001). UKL-UPL dikenakan bagi kegiatan yang telah diketahui teknologi dalam pengelolaan limbahnya.AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup WajibBagi kegiatan yang telah berjalan dan belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup (RKL-RPL) sehingga dalam operasionalnya menyalahi peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup, maka kegiatan tersebut tidak bisa dikenakan kewajiban AMDAL, untuk kasus seperti ini kegiatan tersebut dikenakan Audit Lingkungan Hidup Wajib sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan yang Diwajibkan.Audit Lingkungan Wajib merupakan dokumen lingkungan yang sifatnya spesifik, dimana kewajiban yang satu secara otomatis menghapuskan kewajiban lainnya kecuali terdapat kondisi-kondisi khusus yang aturan dan kebijakannya ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.Kegiatan dan/atau usaha yang sudah berjalan yang kemudian diwajibkan menyusun Audit Lingkungan tidak membutuhkan AMDAL baru.AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup SukarelaKegiatan yang telah memiliki AMDAL dan dalam operasionalnya menghendaki untuk meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat melakukan audit lingkungan secara sukarela yang merupakan alat pengelolaan dan pemantauan yang bersifat internal. Pelaksanaan Audit Lingkungan tersebut dapat mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 42 tahun 1994 tentang Panduan umum pelaksanaan Audit Lingkungan.Penerapan perangkat pengelolaan lingkungan sukarela bagi kegiatan-kegiatan yang wajib AMDAL tidak secara otomatis membebaskan pemrakarsa dari kewajiban penyusunan dokumen AMDAL. Walau demikian dokumen-dokumen sukarela ini sangat didorong untuk disusun oleh pemrakarsa karena sifatnya akan sangat membantu efektifitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekaligus dapat "memperbaiki" ketidaksempurnaan yang ada dalam dokumen AMDAL.Dokumen lingkungan yang bersifat sukarela ini sangat bermacam-macam dan sangat berguna bagi pemrakarsa, termasuk dalam melancarkan hubungan perdagangan dengan luar negeri. Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Audit Lingkungan Sukarela, dokumen-dokumen yang diatur dalam ISO 14000, dokumen-dokumen yang dipromosikan penyusunannya oleh asosiasi-asosiasi industri/bisnis, dan lainnya.
Read more "AMDAL..."
